Pemanfaatan Teknologi Dalam Bidang Kepolisian

Teknologi Yang Sangat Mengagumkan
                                                                                 Oleh : Andy Pratama Siadari

Teknologi Biometrika di Bidang Kepolisian
Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri dengan menggunakan bagian tubuh atau sifat manusia. Sidik jari dan tanda tangan, masing-masing merupakan contoh biometrika. Sistem pengnalan diri adalah sistem untuk mengenali identitas seseorang secara otomatis dengan menggunakan teknologi komputer. Contohnya, sistem pengenalan pelaku kejahatan menggunakan sidik jari. Berdasarkan sidik jari pelaku kejahatan, sistem secara otomatis akan mencari identitas pelaku pada basis data kejahatan.
Sistem biometrika ini sangatlah berguna dalam kelancaran tugas para petugas Kepolisian.  Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan sistem sehingga kemampuan sistem pengenalan diri dalam mengenali target secara tepat sangatlah penting.
Bila dibandingkan dengan negara-negara maju, penerapan teknologi biometrika di Indonesia masih sangatlah minim. Memang sebagian besar teknologi biometrika yang digunakan di Indonesia masih dibeli dari luar negeri, bukan hasil karya anak negeri ini. Pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Indonesia dapat dijadikan contoh  menari. Pada kartu sim terdapat identitas pemohon, foto wajah, foto sidik jari pemohon dan suatu kode bar (bar code). Ketika pemohon yang sama memperpanjang masa berlaku kartu SIM, maka pemohon akan diminta kembali mengisi identitas pribadi yang sama dengan pembuatan SIM awal, hanya saja tidak diminta untuk membuat kartu sidik jari lagi. Pertanyaannya, apakah pembuatan kartu SIM tersebut sudah menggunakan sistem biometrika sidik jari ? Jawabanya, belum. Mestinya ketika pemohon memperpanjang SIM yang dilakukan hanya menempelkan sidik jari pada sensor tidak perlu lagi mengisi identitas pribadi. Karena apabila memakai sistem biometrika yang diperlukan hanya menempelkan sidik jari pada sensor maka kode unik sidik jari dengan otomatis dari database akan menampilkan identitas pribadi pemohon.

Ada berbagai keuntumgan yang diperoleh bila kepolisisan menerapkan sistem biometrika sidi jari ini. Salah satunya adalah bahwa kepolisian akan mmiliki database sidik jari masyarakat indonesia, dan data base tersebut akan selalu mengalami pembaharuan (melalui perpanjangan SIM). Database ini dapat diamanfaatkan untuk keprluan identifikasi lainnya.
Namun sampai saat ini pembuatan SIM belum menggunakan sistem biometrika sidik jari. Mungkin salah satu penyebabnya adalah keterbatasan dana untuk menerapkan sistem teknologi ini keseluruh Indonesia. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat sendiri teknologi tersebut. Pihak kepolisian dan pemerintah dapat membuat sejenis divisi khusus untuk mengembangkanteknologi biometrika ditanah air.
                                                                                                        
 Teknologi biometrika                                    Supports BiometriKa                                       Alat pengenal sidik jari
Teknologi Informasi di Bidang Kepolisian

Kepolisian menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktifitas. Contoh yang umum adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk membuat SIM (surat izin mengemudi). Dengan menggunakan teknologi informasi, yang melibatkan komputer, kamera digital, perekam sidik jari, dan pencetak kartu SIM, dimungkinkan untuk membuat SIM hanya dalam waktu singkat.

Face RecognitionGAMBAR Teknologi Grafis
Face Recognition                             Teknologi Grafis

                                                                                     
Teknologi kompresi gambar memungkinkan sidik jari dapat disimpan secara elektronis dengan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak terlalu menyita ruang dalam media penyimpanan, sedangkan teknologi pencocokan pola (pattern recognition) digunakan untuk memudahkan pencarian sidik jari yang tersimpan dalam basis data.
Teknologi pengenalan wajah (face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah para pelaku kriminal yang telah tersimpan dalam basis data yang berdasarkan oleh suatu sketsa wajah atau foto.

Gambar mempunyai peran penting, “Gambar mewakili seribu kata” kata pepatah. Istilah gambar biasa diberikan pada hasil gambar manual seperti lukisan, sedang istilah citra (image) biasa diberikan pada hasil kamera foto. Disamping itu grafis biasa juga dibedakan menjadi dua, yaitu gambar statis atau stilled image dan gambar dinamis animated image.
Digitalisasi gambar dapat diperoleh secara tidak langsung melalui scanner atau secara langsung melalui camera digital.
Format file gambar/citra sangat beragam, beberapa diantaranya yang populer adalah:
.bmp atau bitmap picture yaitu format yang digunakan oleh Microsoft Windows,
. cdr dalah format gambar dari Corel Draw
.gif adalah format gambar ciptaan Compuserve yang membatasi kedalam warna hanya 256 macam atau 8 bit,
.jpg adalah format citra ciptaan kelompok Joint Photographic Expert yang merupakan format kompressi gambar
.pcx adalah format gambar dari software PaintBrush
.tiff format gambar yang kualitas-nya cukup bagus dan banyak digunakan untuk foto-foto pada desktop publishing (percetakan).
Berbagai perangkat lunak telah diciptakan untuk pengolahan gambar/citra, antara lain:
Paint : perangkat lunak gambar dari Microsoft Windows.
Adobe Photoshop : perangkat lunak ciptaan Adobe
Corel Draw : perangkat lunak Corel yang cukup lengkap utk grafis
andysiadari.wordpress.com

Penulis : Andy Siadari ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Pemanfaatan Teknologi Dalam Bidang Kepolisian ini dipublish oleh Andy Siadari pada hari Kamis, 30 September 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Pemanfaatan Teknologi Dalam Bidang Kepolisian
 

0 komentar:

Poskan Komentar